Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Berkenalan dengan Jaringan Syaraf Tiruan

Jaringan syaraf tiruan (JST) adalah sistem pemroses informasi yang memiliki karakteristik mirip dengan jaringan syaraf biologi.
JST dibentuk sebagai generalisasi model matematika dari jaringan syaraf biologi, dengan asumsi bahwa:
  1. Pemrosesan informasi terjadi pada banyak elemen sederhana (neuron).
  2. Sinyal dikirim diantara neuron-neuron melalui penghubung-penghubung.
  3. Penghubung antar neuron memiliki bobot yang akan memperkuat atau memperlemah sinyal.
  4. Untuk memnetukan output, setiap neuron menggunakan fungsi aktivasi (biasanya bukan fungsi linier) yang dikenakan pada jumlahan input yang diterima. Biasanya bobot ini selanjutnya dibandingkan dengan suatu batas ambang.
JST ditentukan oleh 3 hal, yaitui:
  1. Pada hubungan antar neuron (disebut arsitektur jaringan).
  2. Metode untuk menentukan bobot penghubung (disebut metode traiing/learning/algoritma).
  3. Fungsi aktivasi
Contoh ilustrasi dari 3 hal di atas ditunjukkan pada gambar berikut.

Y menerima input dari neuron x1, x2, dan x3 dengan bobot hubungan masing-masing adalah w1, w2, dan w3. Ketiga impuls neuron yang ada dijumlahkan

Net = x1w1 + x2w2 + x3w3

Besarnya impuls yang diterima oleh Y mengikuti fungsi aktivasi y = f(net). Apabila fungsi aktivasi cukup kuat, maka siyal akan diteruskan. Nilai fungsi aktivasi (keluaran model jaringan) juga dapat dipakai sebagai dasar untuk merubah bobot.

Posting Komentar untuk "Berkenalan dengan Jaringan Syaraf Tiruan"

Berlangganan via Email