Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sistem Informasi Akuntansi

Definisi Sistem Informasi Akuntansi

Untuk mendefinisikan Sistem Informasi Akuntansi (SIA), mari kita lihat komponen kata penyusunnya. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terdiri dari tiga kata, yaitu sistem, informasi, dan akuntansi (Efendi et. al. 2013, 73). Sistem adalah serangkaian dua komponen atau lebih yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sebuah sistem dapat terdiri dari beberapa bagian atau yang disebut dengan istilah Subsistem, misalnya saja sistem komputer yang terdiri dari subsistem perangkat lunak dan subsistem perangkat keras, dan subsistem pun terdiri dari subsistem-subsistem atau yang disebut dengan komponen-komponen pendukung dari sistem itu sendiri seperti perangkat keras terdiri dari beberapa komponen seperti alat masukan, alat keluaran, alat pemeroses dan media penyimpanan. Setiap subsistem akan saling bekerjasama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan atau sasaran dari sistem tersebut (Romney 2016, 3).

Informasi adalah data yang telah diolah atau dianalisis dengan suatu cara bermakna sehingga dapat memberikan manfaat (arti) bagi pengguna. Manfaat dari informasi adalah bagi penggunanya bisa dijadikan acuan dalam membuat keputusan untuk langkah kedepan yang akan ditempuh oleh penggunanya (Helmawati 2015, 17). Informasi adalah data yang telah dikelola dan di proses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan (Rama 2008, 4). Informasi yang diperoleh bersumber dari data, data dapat diartikan sebagai kumpulan karakter, fakta atau jumlah-jumlah yang merupakan masukan (input) bagi suatu sistem informasi (Baridwan 2011, 4). Data saja belum bisa dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan, namun informasilah yang bisa digunakan ssebagai acuan, hal ini dikarenakan informasi merupakan output atau hasil dari pengolahan data.

Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur akitivitas bisnis, mengolah data jadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan (Jusup 2011, 4). Selain itu juga makna lain dari akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan (Yadiati 2008, 6). Dengan demikian jelaslah bahwa akuntansi adalah sistem yang digunakan untuk mengukur seluruh aktivitas ekonomi yang terjadi dalam sebuah usaha, lalu data yang telah didapat diolah dalam bentuk laporan dan hasilnya dapat digunakan bagi pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan. Tujuan akuntansi secara keseluruhan adalah memberikan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan (Hery 2011). Peranan dari akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai perilaku ekonomi yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas perusahaan dalam lingkungannya (Riahi 2006, 54).

Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis (Krismiaji 2010, 4). Menurut Moscove Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak di luar perusahaan (seperti Kantor pajak, investor, dan kreditor) dan pihak intern (terutama manajemen) (Baridwan 2011, 3).

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Dalam menjalankan peranannya, SIA memiliki tujuan adalah (Efendi 2013, 74):

  • Menyediakan informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru.
  • Memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.
  • Memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reability) informasi akuntansi dan penyediaan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan
  • Mengurangi biaya klerikal dalam penyelengaraan catatan akuntansi.

Tugas Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi harus melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut (Krismiaji, 2010, 4-5):

  • Mengumpulkan transaksi dan data lain dan memasukkan kedalam sistem.
  • Memproses data transaksi.
  • Menyimpan data untuk keperluan di masa mendatang.
  • Menghasilkan informasi yang diperlukan dengan memproduksi laporan, atau memungkinkan para pemakai untuk melihat sendiri data yang tersimpan dikomputer.
  • Mengendalikan seluruh proses sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya. 

Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Ada lima komponen dari SIA, yaitu (Romney 2006, 3):

  • Orang yang menggunakan sistem.
  • Prosedur dan instruksi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data.
  • Data mengenai organisasi dan aktivitas lainnya.
  • Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data.
  • Infrastruktur teknologi informasi meliputi komputer, perangkat peripheral, dan perangkat jaringan komunikasi yang  digunakan didalam SIA.

Sumber Pustaka

  • Baridwan, Zaki. 2011. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: BPFE. 
  • Efendi, David, dkk. 2013. “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Kinerja Karyawan terhadap Keefektifan Pengendalian Internal Di Koperindo Jatim Cabang Nganjuk”. Jurnal Cahaya Aktiva, Vol. 03 No. 2, hal:71-80, September 2013.
  • Helmawati. 2015. Sistem Informasi Manajemen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  • Hery. 2011. Teori Akuntansi. Jakarta, Prenada: Media Group
  • Jusup, Al Haryono. 2011. Dasar-dasar Akuntansi. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
  • Krismiaji. 2010. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta:  UPP STIM YKPN.
  • Rama, Dasaratha  V., dan Jones, Frederick L. 2008. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
  • Riahi, Ahmed dan Belkaoui. 2006.  Accounting Theory. Jakarta: Salemba Empat.
  • Romney, Marshall B dan Steinhart, Paul John. 2006. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta Selatan: Salemba Empat.
  • Yadiati, Winwin dan Wahyudi, Ilham. 2006. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Posting Komentar untuk "Sistem Informasi Akuntansi"